Penyebaran kabar tidak benar tersebut dinilai meresahkan, terutama bagi pihak keluarga dan kerabat dekat.

Selain itu, informasi hoaks seperti ini berpotensi memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat luas.

Sumber tersebut mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima informasi, khususnya yang berasal dari media sosial yang tidak memiliki kredibilitas jelas.

“Pastikan dulu kebenarannya sebelum membagikan. Jangan sampai ikut menyebarkan hoaks,” imbuhnya.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Haji Her melalui media sosial.

ADVERTISEMENT

Namun, klarifikasi dari orang terdekatnya menjadi penegasan bahwa kabar tersebut tidak berdasar.

Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya literasi digital di tengah maraknya penyebaran informasi yang belum terverifikasi di media sosial.(*)