Menurutnya, program MBG seharusnya memberikan manfaat bagi peningkatan gizi siswa, bukan justru menimbulkan risiko kesehatan baru.

“Program ini tujuannya baik, tapi kalau kualitas makanan tidak dijaga, justru bisa membahayakan,” imbuhnya.

Menanggapi kejadian tersebut, Ketua SPPG Yayasan Alhumaira Sejahtera Waru, Asiyah Handayanti, membenarkan bahwa menu ikan bakar tersebut berasal dari dapur yang dikelola pihaknya.

“Kami mohon maaf atas kejadian ini. Ini murni kesalahan dari pihak dapur kami,” kata Asiyah.

Ia menjelaskan bahwa dalam prosedur distribusi, makanan dari program MBG seharusnya dikonsumsi dalam waktu tertentu untuk menjaga kualitasnya.

ADVERTISEMENT

“Sesuai dengan berita acara distribusi, makanan seharusnya dikonsumsi sebelum pukul 09.00 WIB,” jelasnya.

Namun demikian, ia menduga penurunan kualitas makanan terjadi karena makanan tersebut dibawa pulang oleh siswa atau penerima manfaat.

“Kemungkinan karena dibawa pulang, sehingga kualitasnya menurun,” pungkasnya. (*)