MADURA SATU | PAMEKASAN - Seorang ibu hamil bernama Maizah dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami pendarahan saat proses persalinan, Sabtu (18/4/2026).

Kasus ini terjadi di Kabupaten Pamekasan dan kini tengah dalam penelusuran Dinas Kesehatan setempat.

Peristiwa tersebut bermula saat korban hendak melahirkan di salah satu praktik bidan mandiri (PBM) di Kelurahan Kowel, Kecamatan Kota, Pamekasan. Korban sempat mendapatkan penanganan awal dari tenaga bidan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kondisi korban awalnya masih dalam proses persalinan. Namun, situasi berubah ketika Maizah mengalami pendarahan hebat usai mendapatkan penanganan.

“Setelah ditangani, korban mengalami pendarahan cukup serius,” ujar sumber yang mengetahui kejadian tersebut.

ADVERTISEMENT

Melihat kondisi yang semakin memburuk, pihak bidan kemudian memutuskan untuk merujuk korban ke RSUD Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan guna mendapatkan penanganan lanjutan.

Namun, proses rujukan disebut tidak langsung dilakukan. Hal itu karena pihak keluarga masih menunggu kendaraan untuk membawa korban ke rumah sakit.

“Rujukan sempat tertunda karena menunggu mobil dari keluarga,” kata sumber tersebut.

Dalam kondisi darurat, bidan akhirnya berinisiatif menghubungi rumah sakit lain untuk meminjam ambulans. Upaya itu dilakukan agar korban segera mendapatkan penanganan medis.

“Ambulans akhirnya didapat dengan meminjam dari RS Larasati,” imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Setelah ambulans tersedia, korban langsung dibawa menuju RSUD Smart Pamekasan. Namun, saat tiba di rumah sakit, kondisi korban dilaporkan sudah dalam keadaan kritis.

“Sesampainya di rumah sakit, kondisi korban sudah drop dan tubuhnya gemetar,” ungkap sumber itu.

Tim medis di RSUD Smart sempat melakukan penanganan intensif. Namun, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, dr. Saifuddin, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait kejadian tersebut.

“Sudah kami terima dan saat ini sedang ditelusuri,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi madurasatu.com, Selasa 27 April 2026 pagi.

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan pembahasan lebih lanjut dengan melibatkan seluruh pihak terkait untuk mengungkap secara jelas kronologi dan penyebab kejadian tersebut.

“Besok akan dilakukan pembahasan dengan menghadirkan semua pihak terkait,” imbuhnya.

Terkait kemungkinan adanya kelalaian dalam penanganan, Saifuddin menegaskan bahwa Dinkes akan mengikuti ketentuan yang berlaku.

“Sudah ada ketentuannya, kita ikuti,” tegasnya.(*)