Dalam kondisi darurat, bidan akhirnya berinisiatif menghubungi rumah sakit lain untuk meminjam ambulans. Upaya itu dilakukan agar korban segera mendapatkan penanganan medis.

“Ambulans akhirnya didapat dengan meminjam dari RS Larasati,” imbuhnya.

Setelah ambulans tersedia, korban langsung dibawa menuju RSUD Smart Pamekasan. Namun, saat tiba di rumah sakit, kondisi korban dilaporkan sudah dalam keadaan kritis.

“Sesampainya di rumah sakit, kondisi korban sudah drop dan tubuhnya gemetar,” ungkap sumber itu.

Tim medis di RSUD Smart sempat melakukan penanganan intensif. Namun, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, dr. Saifuddin, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait kejadian tersebut.

“Sudah kami terima dan saat ini sedang ditelusuri,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi madurasatu.com, Selasa 27 April 2026 pagi.

Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan pembahasan lebih lanjut dengan melibatkan seluruh pihak terkait untuk mengungkap secara jelas kronologi dan penyebab kejadian tersebut.