MADURA SATU | PAMEKASAN – Dugaan temuan susu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut tidak layak konsumsi menggegerkan masyarakat Kabupaten Pamekasan.

Video yang memperlihatkan adanya ulat di dalam kemasan susu yang diduga dibagikan kepada siswa viral dan memicu kekhawatiran publik.

Informasi yang dihimpun redaksi madurasatu.com menyebutkan, peristiwa dalam video tersebut diduga terjadi di salah satu sekolah di wilayah Pamekasan.

Dalam rekaman yang beredar, seorang perekam menunjukkan kemasan susu yang telah dibuka dan memperlihatkan isi di dalamnya.

“Tentu, ini ditemukan sama anak-anak ini. Kemudian dibuang ini bungkusnya ini. Nah jadi ini. Ini tolong Bu ya diperhatikan ini gimana ini. Ini ada, ada tiga ini ya,” ujar perekam dalam video tersebut.

ADVERTISEMENT

Perekam juga menegaskan bahwa temuan itu disaksikan langsung oleh para siswa di lokasi kejadian. Ia meminta pihak terkait segera memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut.

“Oke mungkin itu saja Ibu-ibu. Ini saksikan murid-murid ini semuanya ini ya. Nah seperti ini. Ini keluar ulat ya. Ada ulatnya ini,” lanjutnya.

Menanggapi hal itu, Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Pamekasan sekaligus Wakil Bupati Pamekasan, Sukrianto, memberikan tanggapan.

Ia meminta agar informasi yang beredar dilengkapi dengan data yang jelas, termasuk nama sekolah dan yayasan yang terlibat.

“Silakan dipastikan dulu nama sekolahnya dan yayasannya, supaya jelas. Kami khawatir kalau informasi ini tidak benar atau diada-adakan,” ujarnya saat dikonfirmasi madurasatu.com.

ADVERTISEMENT

Ia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kejadian sebagaimana yang beredar dalam video tersebut.

“Sejauh ini belum ada laporan yang masuk ke kami terkait hal tersebut,” imbuhnya.

Namun demikian, Sukrianto memastikan bahwa pihaknya akan bersikap tegas apabila dugaan tersebut terbukti benar.

Ia menyatakan bahwa Satgas MBG akan segera melaporkan ke pemerintah pusat dan mengambil langkah tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab.

“Kalau memang benar terjadi, tentu akan kami laporkan ke pusat dan akan ada tindakan tegas terhadap yayasan yang bersangkutan,” pungkasnya.(*)

ADVERTISEMENT