Ansari juga mengingatkan agar para santri bersungguh-sungguh mencari keberkahan Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir. Ia mencontohkan bagaimana para ulama dan orang-orang saleh memanfaatkan waktu malam dengan memperbanyak ibadah.

Selain itu, ia menjelaskan pentingnya persiapan spiritual sebelum memasuki Ramadan. Ia mencontohkan kebiasaan Rasulullah SAW yang memperbanyak puasa sunnah di bulan Rajab dan Syaban sebagai latihan fisik sekaligus spiritual sebelum datangnya bulan suci.

Lebih lanjut, Ansari memaparkan beberapa tingkatan puasa. Pertama adalah puasa orang pada umumnya yang menahan lapar, haus, serta hawa nafsu. Kedua adalah puasa khusus, yakni menjaga pandangan, pendengaran, dan lisan dari perbuatan yang tidak baik.

Sementara tingkatan tertinggi adalah puasa yang mampu menjaga hati dari prasangka buruk serta berbagai penyakit hati.

“Yang paling sulit adalah menjaga hati. Karena hanya kita dan Allah yang mengetahui apa yang ada di dalam hati kita,” tuturnya.

ADVERTISEMENT

Ia juga mengingatkan enam hal yang perlu dijaga agar ibadah semakin maksimal, yaitu tidak berlebihan dalam makan, tidak berlebihan tidur, menjaga pandangan, menjaga lisan, menjaga pendengaran, serta tidak berlebihan dalam pergaulan.

Ansari mencontohkan bahwa kebiasaan makan dan tidur secara berlebihan dapat membuat seseorang malas beribadah. Begitu pula penggunaan gawai yang tidak terkontrol dapat membuat seseorang lalai dari membaca Al-Qur’an.

“Silaturahmi itu baik, tetapi jangan sampai berlebihan hingga menghabiskan waktu untuk hal yang tidak bermanfaat,” ujarnya.