“Kami akan bertindak tegas terhadap oknum yang meresahkan. Silakan laporkan jika ada bukti. Namun kami juga akan menindak tegas perusahaan atau produk yang melanggar aturan hukum,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Bupati Pamekasan Kholilurrahman menyambut baik aspirasi yang disampaikan para buruh dan petani tembakau. Ia berjanji akan memperjuangkan kepentingan mereka agar tetap mendapatkan perhatian pemerintah.

“Angka kemiskinan di Pamekasan terus menurun, salah satunya berkat keberadaan industri rokok dan tembakau. Kami ingin sektor ini terus berkembang dan tetap berpihak kepada buruh serta pengusaha lokal,” ungkap Bupati.

Perwakilan Bea Cukai Madura juga memberikan tanggapan terkait keluhan massa aksi. Menurutnya, persoalan tingginya tarif cukai telah disampaikan kepada pemerintah pusat.

“Aspirasi terkait tingginya tarif cukai sudah kami teruskan ke pusat. Kami mohon masyarakat bersabar menunggu kebijakan lebih lanjut,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

Dalam aksi tersebut, FPBM menyampaikan delapan tuntutan utama, antara lain:

  1. Mendesak Pemerintah Kabupaten Pamekasan menertibkan LSM/ormas tanpa legal standing melalui pendataan dan verifikasi resmi.