Meski kerusakan cukup parah, Anam memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat kebakaran terjadi, para santri sedang berada di luar asrama karena tengah mengikuti kegiatan rutin pesantren.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Semua santri dalam keadaan selamat,” tegasnya.

Sebagai langkah penanganan pascakejadian, pihak pesantren memutuskan untuk memulangkan seluruh santri Ma’had Tibyan yang terdampak kebakaran lebih awal dari jadwal libur semula.

“Seharusnya para santri libur tanggal 5 Ramadan, tetapi karena insiden ini mereka dipulangkan lebih cepat. Untuk Ma’had reguler tetap berjalan seperti biasa dan akan libur mulai 10 Ramadan,” jelasnya.

Ia berharap musibah ini dapat segera teratasi dan proses pemulihan fasilitas pesantren bisa berjalan dengan baik.

ADVERTISEMENT

Ia berharap musibah ini dapat segera teratasi dan proses pemulihan fasilitas pesantren bisa berjalan dengan baik.