Ia mengatakan, laporan mengenai ayam busuk pertama kali diterima dari SDN Kertagena Tengah 4, sementara temuan ayam berulat terjadi di TK Tunas Harapan.

Berdasarkan data yang masuk, terdapat tiga hingga empat sekolah yang menerima menu tidak layak konsumsi dari dapur yang sama.

Ahmad menambahkan, beberapa sekolah langsung mengembalikan makanan tersebut. Namun ada pula sekolah yang terlambat melapor sehingga sebagian siswa terlanjur membawa pulang paket MBG itu.

“Kami sudah umumkan di grup kepala sekolah untuk penarikan dan penggantian. Tapi ada sekolah yang telat lapor,” ujarnya.

“Kami sudah umumkan di grup kepala sekolah untuk penarikan dan penggantian. Tapi ada sekolah yang telat lapor,” ujarnya.

ADVERTISEMENT