PAMEKASAN – Kepala Desa (Kades) Teja Barat, Kecamatan Pamekasan, Apri Dwi Deden Kurniawan, membantah keras tudingan adanya proyek fiktif yang bersumber dari Bantuan Keuangan (BK) Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2025.

Deden menegaskan, seluruh program yang dibiayai melalui dana BK Provinsi Jatim telah direalisasikan sesuai dengan aturan yang berlaku serta dilaksanakan secara transparan dan akuntabel.

Menurutnya, isu proyek fiktif dan dugaan mark-up yang beredar belakangan ini tidak memiliki dasar yang jelas dan berpotensi menyesatkan publik.

“Semua kegiatan berjalan dan dapat dipertanggungjawabkan. Tidak ada satu pun proyek fiktif. Silakan dicek ke lapangan, kami siap menunjukkan,” tegas Deden, Sabtu (29/11/2025).

Ia menjelaskan, seluruh laporan administrasi maupun progres fisik kegiatan telah tersusun lengkap dan mendapat pengawasan dari pihak terkait.

ADVERTISEMENT

“Dana BK Provinsi ke desa ini Alhamdulillah sudah selesai 100 persen. Pada Oktober 2025 lalu, kami juga telah melaporkan hasil kegiatan ke Dinas DPMD Provinsi Jawa Timur,” jelasnya.

Deden mengaku, dirinya baru-baru ini diterpa isu yang tidak berdasar tanpa adanya konfirmasi resmi. Informasi tersebut dinilai telah merugikan nama baik dirinya maupun Pemerintah Desa Teja Barat.

“Kami ingin meluruskan bahwa kegiatan itu nyata, bukan fiktif. Ada tiga lokasi pekerjaan yakni di Dusun Montor, Dusun Tengah, dan Dusun Tambengan, dengan total anggaran Rp960 juta,” paparnya.

Sebagai bentuk klarifikasi, Deden bersama perangkat desa juga telah meninjau langsung lokasi kegiatan dan membuat video untuk menunjukkan bahwa proyek tersebut benar-benar ada.

“Begitu muncul informasi liar di media sosial, kami langsung turun dan mendokumentasikan kegiatan itu agar masyarakat tahu bahwa program tersebut nyata,” imbuhnya.

ADVERTISEMENT

“Begitu muncul informasi liar di media sosial, kami langsung turun dan mendokumentasikan kegiatan itu agar masyarakat tahu bahwa program tersebut nyata,” imbuhnya.