“Ke depan, pihak manajemen Kusuma Hospital harus lebih memperhatikan aspek kemanusiaan. Kami juga meminta Dinkes untuk melakukan audit terhadap alat kesehatan dan izin operasional rumah sakit,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Kusuma Hospital, Achmad Marsuki, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil audit dari provinsi.

“Kami sudah menjalankan prosedur sesuai standar yang berlaku. Namun memang masih ada perbedaan pemahaman terkait kasus ini, sehingga kami menunggu hasil audit dari pihak provinsi,” ucap Marsuki.

Sebagai informasi, kasus ini bermula ketika NA dirujuk ke Kusuma Hospital pada Selasa (23 September) untuk menjalani pemeriksaan USG, dan hasilnya dinyatakan normal.

Dua hari kemudian, pada Kamis (25 September), ia dijadwalkan menjalani operasi caesar.

ADVERTISEMENT

Namun proses operasi diduga tidak berjalan normal, bahkan bayi sempat dimasukkan kembali ke rahim karena dugaan plasenta akreta.

Korban kemudian baru dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya pada Jumat (26 September) dalam kondisi kritis.

Korban kemudian baru dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya pada Jumat (26 September) dalam kondisi kritis.