PAMEKASAN – Dugaan malapraktik di Kusuma Hospital yang menewaskan seorang ibu muda asal Desa Candi Burung, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, bernama Nur Aini (NA), semakin menjadi sorotan publik.

Kasus ini kini mendapat perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan setelah terungkap adanya tiga penyakit penyerta dalam hasil pemeriksaan medis pascaoperasi caesar.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Erlina, menjelaskan bahwa berdasarkan catatan Maternal Perinatal Death Notification (MPDN), ditemukan adanya komplikasi medis berupa penyumbatan usus (ileus) dan infeksi paru (pneumonia).

“Data itu hasil resmi dari resume MPDN setelah dilakukan operasi lanjutan di RSUD dr. Soetomo Surabaya,” ujar Erlina saat audiensi di Komisi IV DPRD Pamekasan, Selasa (28/10).

Meski demikian, Audit Maternal Perinatal (AMP) yang menjadi dasar penyelidikan lebih lanjut masih menunggu jadwal resmi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

ADVERTISEMENT

Ketua DPC Madas Pamekasan, Abdus Samad, menilai hasil MPDN justru memperkuat dugaan adanya kelalaian medis di Kusuma Hospital. Menurutnya, sebelum operasi, korban dinyatakan dalam kondisi sehat tanpa riwayat penyakit penyerta.

“Peralatan medis di rumah sakit itu diduga tidak lengkap, sehingga tidak mampu mendeteksi kondisi pasien secara akurat sebelum pembedahan. Penyakit penyerta yang muncul justru akibat tindakan operasi yang tidak sesuai standar,” tegas Samad.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan, Halili, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia berjanji akan menggelar pertemuan lintas sektor setelah hasil audit AMP dari Dinkes Provinsi keluar.