MADURA SATU | PAMEKASAN – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, masih menjadi perhatian serius.

Hingga 23 Oktober 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan mencatat sebanyak 380 kasus DBD, dengan empat penderita di antaranya meninggal dunia.

Dari ratusan kasus tersebut, anak-anak berusia 5–14 tahun menjadi kelompok yang paling banyak terjangkit.

Kondisi ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pamekasan, Erlina, mengatakan bahwa DBD dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa.

ADVERTISEMENT

Namun, berdasarkan data sepanjang 2026, kasus terbanyak ditemukan pada kelompok usia 5–14 tahun.

"Semua orang berisiko terkena DBD, baik anak-anak maupun dewasa. Tapi data tahun 2026, kasus tertinggi dialami anak usia 5–14 tahun," ujar Erlina, Senin (26/10/2026).

Berdasarkan data Dinkes Pamekasan, dari total 380 kasus DBD, sebanyak 11 kasus terjadi pada kelompok usia di bawah satu tahun, 54 kasus pada usia 1–4 tahun, dan 151 kasus pada usia 5–14 tahun.