Sementara itu, kelompok usia 15–44 tahun tercatat sebanyak 127 kasus, sedangkan kelompok usia 45 tahun ke atas mencapai 37 kasus.

Data tersebut menunjukkan bahwa anak usia sekolah menjadi kelompok yang paling banyak terdampak DBD di Pamekasan sepanjang tahun ini.

Meski jumlah kasus DBD masih menjadi perhatian, angka tersebut disebut jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2025.

Kendati demikian, masyarakat tetap diminta tidak lengah, terutama dalam mengenali gejala awal agar penderita bisa segera mendapatkan penanganan medis.

Erlina menjelaskan, sejumlah gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam yang tidak kunjung turun meski telah diberikan obat penurun panas, sakit kepala, ruam pada kulit, mual, muntah, nyeri persendian, hingga mimisan.

ADVERTISEMENT

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala yang mengarah pada DBD, terlebih jika dialami anak-anak.

Pemeriksaan sejak dini di fasilitas kesehatan diperlukan untuk memastikan kondisi pasien dan menentukan penanganan yang sesuai.

"Jika mengalami gejala tersebut, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan cepat," tegasnya.