MADURA SATU | PAMEKASAN - Seorang ibu bernama Siti Wardatus Sholehah mengaku mengalami dugaan pengancaman saat berada bersama dua anaknya di Dusun Salatreh, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Senin (5/10/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, seorang pria berinisial H datang ke rumah Siti untuk mencari keberadaan suaminya.

Siti menyebut H merupakan salah satu pengusaha rokok ilegal di Kabupaten Pamekasan. Namun, suaminya sedang tidak berada di rumah sehingga Siti hanya bersama dua anaknya yang masing-masing berusia 8 tahun dan 3 tahun.

Menurut Siti, pria tersebut kemudian mengancam dirinya menggunakan celurit dan meminta agar keberadaan suaminya diberitahukan.

“Dia datang mencari suami saya. Karena suami saya tidak ada, saya yang ditanya keberadaannya. Saya diancam menggunakan celurit,” ungkap Siti, Selasa (6/10/2026).

ADVERTISEMENT

Siti juga mengaku mendapat ancaman pembunuhan dan rumahnya akan dibakar. Ia mengaku semakin ketakutan karena kedua anaknya berada di rumah saat kejadian.

“Saya diancam mau dibunuh dan rumah mau dibakar. Saya sangat takut, apalagi saat itu saya bersama anak-anak,” ujarnya.

Situasi kemudian disebut semakin mencekam setelah H diduga menghubungi sejumlah orang untuk datang ke lokasi. Setelah beberapa orang tiba, Siti mengaku mengalami penyerangan dan pengeroyokan.