Setelah itu, ibu hamil dimandikan dengan air kembang tujuh rupa. Air bunga digunakan sebagai simbol penyucian bagi calon ibu dan janin, serta sebagai doa agar terhindar dari hal-hal buruk dan dipermudah dalam persalinan.

Prosesi siraman ini biasanya dilakukan tujuh kali oleh sanak keluarga terdekat. Selanjutnya dilakukan prosesi simbolis berupa menyepak seekor ayam yang diikat kemudian dilepaskan, sebagai lambang membuang kesialan atau halangan dalam persalinan. Dilanjutkan dengan penginjakan kelapa muda dan telur mentah sebagai ramalan jenis kelamin.

Doa dan Syukuran:

Inti dari tradisi ini adalah doa bersama untuk keselamatan dan kelancaran proses kelahiran. Acara ini biasanya disertai dengan syukuran dan makan bersama.

Pakaian Khusus:

ADVERTISEMENT

Terkadang terdapat prosesi simbolis di mana ibu hamil mengenakan pakaian khusus seperti kain jarik dengan cara tertentu sebagai lambang kelancaran proses kelahiran.

Nilai Sosial dan Kebersamaan:

Upacara ini menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antar keluarga besar, tetangga, dan masyarakat. Di dalamnya tercermin nilai kepedulian, kekeluargaan, dan persaudaraan.