Selain soal anggaran, aksi demo itu juga diselimuti isu kontroversial terkait keberadaan seorang perempuan berinisial T.N yang diduga merupakan istri kedua Bupati Pamekasan.

Sosok yang dijuluki “Nang Ning Nung” ini dipertanyakan kapasitas dan legalitasnya di tubuh birokrasi Pemkab.

“Tanpa legalitas formal, kehadiran inisial T.N dianggap bodong. Ini yang harus dijawab secara terbuka, jangan malah rakyat yang bersuara dijadikan musuh,” tegas salah satu aktivis.

ADVERTISEMENT