Kepada media, ia menilai langkah tersebut jika benar dilakukan adalah bentuk kemunduran demokrasi.

“Kalau aspirasi masyarakat disampaikan lalu malah dilaporkan, itu potret buram demokrasi. Bahkan melukai hati rakyat yang berharap Pamekasan menjadi kabupaten Baldatun Thayyibatun Warobbun Ghafur,” tegas Wer-Wer, Jum’at (05/09/2025).

Menurutnya, pemerintah semestinya membuka diri terhadap kritik, bukan justru membungkam suara rakyat.

ADVERTISEMENT

“Kalau tidak siap dikritik, berarti pemerintah tidak siap membawa Pamekasan menuju kesejahteraan yang berkeadilan,” sambungnya dengan nada sinis.