Tentu saja beberapa peristiwa keracunan ini memberikan dampak yang sangat buruk bagi perjalanan program ini dan sangat berbahaya jika tidak dilakukan pengawasan yang ketat terhadap standar kesehatan dan kemananan makanannya.

Lalu kemudian munculnya penolakan dari beberapa siswa dan sekolah terhadap menu yang ditawarkan. Ini terjadi karena makanan yg disajikan kurang sesuai dengan preferensi anak anak. Anak anak akan cenderung memilih  makanan yang menarik secara visual dan memiliki rasa yg sesuai dengan selera mereka.

Meski makanan yg disajikan cukup bergizi, akan tetapi jika penampilannya terlalu sederhana dan kurang warna dianggap akan kurang menarik minat anak anak, maka akan membuat makanan yang disajikan banyak yang terbuang karena beberapa kasus anak anak hanya mengambil buah atau susu sementara nasi dan lauknya tidak dimakan. Tentu hal ini akan menimbulkan persoalan lainnya yakni menumpuknya sampah yang tentu saja ini akan membebani Tempat Pembuangan Sampah ( TPA ) dan pada gilirannya akan berdampak pada kesehatan lingkungan.

ADVERTISEMENT

Persoalan lainnya adalah tentang pengaruh program Makan Bergizi Gratis ini terhadap pengurangan jam pelajaran siswa. Program makan siang ini dilakukan di saat jam istirahat kelas, biasanya di kisaran jam 9.30 WIB. Dengan durasi waktu jam istirahat kurang lebih 15 menit, maka acara makan siang siswa ini potensial akan melebihi dari waktu jam istirahat yang tersedia, apalagi jika terjadi keterlambatan distribusi makanan ke sekolah maka mau tidak mau ini akan mengorbankan Proses Belajar Mengajar ( PBM ).