Menurutnya, dugaan penyelewengan terjadi dalam skema kredit bagi pensiunan dengan agunan SK pensiun. Ia menyebut ada indikasi manipulasi proses yang berujung pada tetap dipotongnya dana pensiun nasabah.

Mahasiswa menolak jika hanya ditemui staf atau perwakilan manajemen. Mereka menuntut pimpinan cabang hadir langsung untuk memberikan penjelasan terbuka.

“Kami tidak mau ditemui perwakilan. Kami ingin pimpinan cabang turun langsung dan memberikan penjelasan,” tegasnya.

Setelah negosiasi berlangsung cukup tegang, perwakilan mahasiswa akhirnya masuk ke dalam kantor untuk berdialog. Aksi baru mereda setelah pertemuan tersebut dilakukan.

Ibnu memastikan gerakan mereka tidak berhenti sampai di situ.

ADVERTISEMENT

"Kami akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan dan langkah konkret dari pihak bank," pungkas Ibnu Aljazari.

Sementara itu, Pimpinan Kantor Cabang BRI Sumenep, Ali Topan, hanya memberikan pernyataan singkat.

Ia menyatakan pihaknya tetap berpegang pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan siap mengikuti proses hukum yang berlaku.