Generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga dan melestarikan keris, agar warisan adiluhung ini tidak hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi tetap hidup sebagai bagian dari masa depan bangsa,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tanpa kesadaran kolektif, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam keris berisiko mengalami pergeseran makna seiring perkembangan zaman.

Dalam konteks tersebut, peringatan Hari Keris Nasional diharapkan tidak berhenti pada kegiatan simbolik semata, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga warisan budaya bangsa.

Dr. Naghfir menegaskan bahwa keris bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi juga fondasi penting dalam membangun karakter dan identitas bangsa Indonesia di tengah tantangan modernitas.

“Momentum ini harus menjadi ruang refleksi nasional untuk memperkuat kembali kesadaran budaya dan jati diri bangsa Indonesia,” pungkasnya.

ADVERTISEMENT

Peringatan Hari Keris Nasional setiap 19 April diharapkan mampu menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya Nusantara, sekaligus memperkokoh posisi Indonesia sebagai bangsa yang kaya akan nilai sejarah, budaya, dan spiritualitas.(*)