Nama S dan A kembali mencuat dalam perbincangan warga sebagai sosok yang diduga berada di balik rentetan pencurian tersebut.

Dalam penanganan perkara pertama, S dan A sempat menyebut adanya delapan orang lain yang disebut ikut terlibat. Dari nama-nama itu, dua di antaranya berinisial R dan SP.

Keterangan tersebut kemudian dijadikan pijakan bagi aparat untuk mengembangkan penyelidikan pada perkara berikutnya.

Tim Resmob bergerak melakukan pengejaran. R dan SP akhirnya ditangkap di luar kota. Penangkapan itu sempat memunculkan harapan di tengah masyarakat bahwa jaringan pencurian sapi akan terkuak hingga ke akar.

Penyidikan pun terus berjalan. S, A, R, dan SP sempat berada dalam pusaran kasus yang sama. Namun ketika berkas perkara dilimpahkan ke kejaksaan, muncul perkembangan yang mengejutkan.

ADVERTISEMENT

Nama S dan A, yang sejak awal kerap disebut sebagai tokoh utama, justru tak lagi tercantum dalam daftar perkara.

Sebaliknya, R dan SP yang sebelumnya disebut bagian dari kelompok, bahkan sempat dipandang sebagai saksi kunci, justru berstatus tersangka.

Kabar tersebut cepat menyebar di tengah warga. Obrolan di warung kopi hingga ronda malam dipenuhi pertanyaan.