MADURA SATU | SUMENEP - Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu sore, 1 Januari 2026, sekitar pukul 15.00 WIB itu mengakibatkan sedikitnya 188 bangunan mengalami kerusakan, mulai dari rumah warga, fasilitas pendidikan, hingga tempat ibadah.

Berdasarkan laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, bencana cuaca tersebut menerjang tiga kecamatan, yakni Pragaan, Guluk-Guluk, dan Bluto. Dari ketiga wilayah itu, Kecamatan Pragaan menjadi daerah paling parah terdampak, khususnya di Desa Karduluk.

Ketua Pelaksana BPBD Sumenep, Achmad Laily Maulidy, mengatakan di Desa Karduluk terdapat 178 bangunan rusak dengan tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Bangunan terdampak meliputi rumah warga, satu unit sekolah, serta satu masjid.

Angin kencang yang terjadi bersamaan dengan hujan deras menyebabkan banyak bangunan warga rusak. Di Desa Karduluk tercatat 178 bangunan terdampak, termasuk rumah, sekolah, dan masjid,” ujar Achmad, Selasa (3/2/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, dampak cuaca ekstrem juga terjadi di Kecamatan Guluk-Guluk. Di wilayah tersebut, lima rumah warga dan dua kios mengalami kerusakan ringan, sementara satu unit sekolah dilaporkan mengalami kerusakan sedang.

Sementara itu, di Kecamatan Bluto, tepatnya di Desa Pakandangan Barat, sebuah pohon besar roboh akibat angin kencang dan menimpa dua rumah warga. Akibat kejadian tersebut, satu unit mobil dan lima sepeda motor dilaporkan rusak karena tertimpa pohon.

Achmad menegaskan, data kerusakan yang dihimpun BPBD Sumenep masih bersifat sementara dan berasal dari laporan awal masyarakat. Pihaknya masih terus melakukan asesmen lanjutan untuk memastikan tingkat kerusakan serta kebutuhan penanganan di wilayah terdampak.