“Karena belum ada perbaikan, masyarakat akhirnya berinisiatif swadaya. Ini jalan utama petani menuju sawah, jadi sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dana perbaikan jalan berasal dari sumbangan masyarakat. Hingga saat ini, dana yang terkumpul mencapai sekitar Rp41.827.000, ditambah bantuan dari hasil kegiatan live streaming melalui media sosial.

“Sumbangan murni dari warga, dananya sekitar empat puluh satu juta delapan ratus dua puluh tujuh ribu rupiah. Ada juga tambahan dari hasil live streaming di media sosial,” jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim sempat meninjau langsung kondisi jalan rusak di wilayah Desa Guluk-Guluk pada Juni 2025, didampingi jajaran Dinas PUTR serta pemerintah kecamatan dan desa setempat.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat langsung tingkat kerusakan jalan yang dinilai mengganggu aktivitas masyarakat.

ADVERTISEMENT

Namun hingga awal 2026, belum terlihat adanya perbaikan di lapangan. Warga berharap langkah swadaya yang dilakukan saat ini mendapat perhatian pemerintah daerah agar penanganan jalan bisa dilakukan secara menyeluruh dan permanen.

Namun hingga awal 2026, belum terlihat adanya perbaikan di lapangan. Warga berharap langkah swadaya yang dilakukan saat ini mendapat perhatian pemerintah daerah agar penanganan jalan bisa dilakukan secara menyeluruh dan permanen.