Menurutnya, keberhasilan ini memiliki makna strategis dalam mendorong semangat santri untuk terus mengembangkan kompetensi akademik dan dakwah di level global, tanpa meninggalkan karakter keilmuan pesantren.

Sementara itu, Mamluatut Tartila mengungkapkan rasa syukur mendalam atas pencapaian yang diraihnya.

Ia mempersembahkan kemenangan tersebut untuk pesantren, para guru, serta semua pihak yang telah memberikan doa dan bimbingan.

Prestasi ini terasa semakin istimewa karena diraih bertepatan dengan Hari Bahasa Arab Sedunia, 18 Desember.

Prestasi ini terasa semakin istimewa karena diraih bertepatan dengan Hari Bahasa Arab Sedunia, 18 Desember.

ADVERTISEMENT