MADURA SATU | SAMPANG - Pemerintah Desa Baturasang akhirnya memberikan klarifikasi terkait kondisi Muslimah (66), perempuan tunanetra asal Dusun Kebun, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, yang sempat menjadi perhatian publik karena disebut belum tersentuh bantuan sosial.

Sorotan terhadap kondisi Muslimah sebelumnya memunculkan anggapan lemahnya peran pemerintah desa dalam mengusulkan warga rentan.

Namun, pihak desa menegaskan bahwa terdapat faktor administratif yang menjadi penyebab belum masuknya Muslimah sebagai penerima bantuan langsung.

Sekretaris Desa Baturasang, Faizul Masruki, menjelaskan bahwa Muslimah masih tercatat dalam satu Kartu Keluarga (KK) dengan ibunya, Mariya, yang sebelumnya telah menjadi penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD).

Muslimah masih satu KK dengan ibunya, Mariya. Sementara Mariya tercatat sebagai penerima BLT-DD, dan bantuan tersebut telah dicairkan pada 2025 sebelum yang bersangkutan meninggal dunia,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, dalam mekanisme penyaluran BLT-DD, tidak semua anggota dalam satu KK dapat menerima bantuan secara bersamaan, sehingga nama Muslimah tidak masuk dalam daftar penerima manfaat saat itu.

Menurutnya, program BLT-DD merupakan salah satu upaya pemerintah desa dalam membantu masyarakat miskin, terutama dalam penanganan kemiskinan ekstrem dan pemulihan ekonomi di tingkat desa.

Meski demikian, setelah Mariya meninggal dunia, pemerintah desa kini mulai melakukan langkah lanjutan agar Muslimah dapat diusulkan sebagai penerima bantuan.