Ia juga mengeluhkan porsi makanan yang dinilai terlalu sedikit untuk kebutuhan ibu menyusui. Menurutnya, isi paket hanya berupa nasi, lauk kecil, tempe orek, sayur, saus sachet, serta satu buah salak.

“Menunya sedikit sekali, seperti porsi anak kecil. Rasanya kurang untuk ibu menyusui,” keluhnya.

Kader Posyandu Dusun Somber, Saroh, membenarkan bahwa sebagian paket MBG dibagikan dalam bungkus kertas. Ia menjelaskan hal itu dilakukan sebagai inisiatif karena kendala penggunaan wadah ompreng.

“Kalau dari dapur sebenarnya pakai ompreng. Tapi kami akali karena sulit pengembaliannya. Dari dapur juga tidak masalah selama diantar langsung ke rumah penerima,” katanya.

Saroh menambahkan, pihak dapur sebelumnya menyediakan wadah plastik transparan. Namun, sebagian wadah tidak kembali karena tertinggal di rumah penerima.

ADVERTISEMENT

“Ada thinwall yang tidak terkumpul karena tertinggal di rumah penerima yang tidak ada orangnya. Akhirnya sebagian kami bungkus dengan kertas minyak,” jelasnya.

Ia juga menyebut penggunaan bungkus kertas dilakukan setelah adanya pembicaraan dengan pihak dapur. Kertas minyak dibeli secara mandiri oleh kader Posyandu.

“Dari dapur memperbolehkan, asalkan kertasnya beli sendiri karena tidak disediakan,” imbuhnya.