MADURA SATU | SAMPANG - Ulama dan habaib di Kabupaten Sampang menegaskan bahwa mereka tidak menolak kehadiran Valen, runner-up Dangdut Academy (DA) 7, dalam konser amal “Satu Irama Peduli Nusantara”.

Namun, para ulama meminta agar pelaksanaan konser tersebut diarahkan ke konsep religius dan bernuansa salawat.

Penegasan tersebut disampaikan dalam audiensi antara ulama, habaib, dan panitia bersama DPRD Sampang yang digelar di Kantor DPRD Sampang, Selasa (3/2/2026).

Audiensi itu dilakukan untuk menyampaikan sejumlah masukan terkait rencana pelaksanaan konser.

Habib Abdurahman, salah satu ulama Sampang, menyampaikan bahwa keberatan utama para ulama terletak pada konsep acara yang dinilai berpotensi menghadirkan campur baur antara laki-laki dan perempuan.

ADVERTISEMENT

“Kami menolak konser tersebut karena dalam pelaksanaannya terdapat campur baur antara laki-laki dan perempuan. Hal ini menjadi keberatan utama kami,” tegas Habib Abdurahman.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa waktu pelaksanaan konser yang berdekatan dengan bulan suci Ramadan juga menjadi pertimbangan para ulama. Menurutnya, menjelang Ramadan umat Islam seharusnya lebih mempersiapkan diri dengan kegiatan yang positif.

“Pelaksanaan konser sangat dekat dengan bulan suci Ramadan. Padahal menjelang Ramadan seharusnya umat Islam mempersiapkan diri dengan kegiatan yang positif. Kami tidak menafikan adanya manfaat, tetapi mudaratnya kami nilai jauh lebih besar,” ujarnya.