"Ajang ini bukan sekadar kompetisi nasional di bidang keagamaan, pendidikan, seni, dan kreativitas, melainkan juga wahana untuk menghidupkan iklim intelektual pesantren melalui diskusi ilmiah, karya tulis, hingga kegiatan sosial," ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya para alumni dan tokoh masyarakat yang terus memberikan dukungan terhadap kemajuan pendidikan Islam.

Menurutnya, kontribusi dalam bentuk pemikiran maupun bantuan finansial menjadi energi besar dalam mendorong perkembangan lembaga pendidikan pesantren di masa mendatang.

"Dukungan dana maupun pemikiran dari para alumni dan simpatisan merupakan dorongan besar bagi kami. Semoga kebaikan ini membawa keberkahan dan kemajuan bagi umat serta peradaban," tambah Siri Yanto.

Acara penutupan Pena Santri 2026 turut dihadiri sejumlah ulama kharismatik, akademisi, serta pejabat daerah dan nasional.

ADVERTISEMENT

Hadir dalam kesempatan tersebut Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, RKH Hasbullah Muhammad dan RKH Hasan Bakir, Ketua DPC PPP Pamekasan RKH Faiq Abdul Ghafur, RKH Hannan Tibyan, serta Ketua Umum DPP PERADABAN Prof. Dr. Zainuddin Syarif.

Selain itu, tampak pula Ketua DPRD Pamekasan H. Ali Masykur dan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Dr. Achmad Baidowi, bersama para dosen, tenaga pendidik, dan ribuan alumni Banyuanyar dari berbagai daerah di Indonesia.

Melalui sinergi antara dunia usaha, alumni, dan lembaga pesantren, Institut Darul Ulum Banyuanyar diharapkan mampu melahirkan generasi muslim yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara. (*)