Selain itu, Khoiri memberikan apresiasi terhadap eksistensi LPM Semesta yang dinilai mampu mempertahankan keberlangsungan organisasi melalui proses kaderisasi yang konsisten.

"Ada sejumlah organisasi kemahasiswaan yang mengalami penurunan akibat regenerasi yang tidak berjalan baik. Namun, LPM Semesta mampu menjaga eksistensinya dan terus berkembang hingga sekarang," katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia DJTL Se-Madura 2026, Yudi Baihaki, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut digelar untuk memperkuat peran pers mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia informasi, terutama maraknya penyebaran hoaks, disinformasi, dan manipulasi fakta.

Yudi mengatakan, tema yang diangkat dalam kegiatan kali ini, yakni Beyond Headlines: Pers Mahasiswa dan Perlawanan di Tengah Truth Issue, menjadi refleksi atas pentingnya menjaga kebenaran di tengah derasnya arus informasi digital.

"Tema ini bukan sekadar slogan. Kami ingin mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama mengawal kebenaran dan menghadirkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan di tengah maraknya hoaks dan disinformasi," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Senada dengan hal tersebut, Pimpinan Umum LPM Semesta, Nur Aisah Fitri, menilai DJTL bukan hanya agenda rutin organisasi, melainkan ruang pembelajaran untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi calon jurnalis mahasiswa.

"Seorang jurnalis harus memiliki integritas, independensi, dan kemampuan menghadapi berbagai intervensi tanpa kehilangan objektivitas. Bekal ilmu yang kuat akan menjadi fondasi utama dalam menjalankan profesi ini," tutur Aisah.

Ia menambahkan, pers mahasiswa memiliki fungsi kontrol sosial yang tidak bisa dipisahkan dari upaya menjaga kebenaran dan keadilan di tengah masyarakat.