MADURA SATU | PAMEKASAN - Aksi demonstrasi yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Pamekasan terhadap pemberitaan media Tempo menuai sorotan dari kalangan jurnalis.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, Hairul Anam, menilai langkah tersebut kurang tepat dan tidak strategis dalam menyikapi produk jurnalistik.

Aksi damai tersebut berlangsung di depan kantor DPD NasDem Pamekasan pada Rabu (15/4/2026). Dalam kegiatan itu, pihak partai menyuarakan keberatan terhadap salah satu pemberitaan yang dianggap merugikan citra organisasi.

Ketua DPD NasDem Pamekasan, Mustafa Afif, dalam pernyataannya meminta Dewan Pers untuk segera mengambil tindakan tegas atas pemberitaan yang dipermasalahkan. Ia menilai konten tersebut telah mencederai nama baik partai.

Menanggapi hal itu, Hairul Anam menyampaikan pandangan berbeda. Ia menilai demonstrasi bukanlah cara paling efektif dalam merespons karya jurnalistik, terutama terhadap media besar yang memiliki standar kerja profesional.

ADVERTISEMENT

“Menurut saya, gerakan mereka kurang taktis. Demonstrasi bukan langkah efektif dalam menyikapi produk pers, apalagi yang disoroti sekelas Tempo,” ujar Anam, Kamis (16/4/2026).

Ia menjelaskan, media yang bersangkutan telah melalui proses jurnalistik yang ketat sebelum menerbitkan laporan. Verifikasi data, akuntabilitas informasi, serta kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik menjadi bagian dari proses tersebut.

“Redaksi pasti sudah memastikan seluruh isi pemberitaan diverifikasi dan sesuai dengan kode etik. Jadi langkah seperti demonstrasi itu kurang tepat,” tuturnya.