MADURA SATU | PAMEKASAN - Koordinator Mahasiswa dan Rakyat Merdeka (Mahardika), Iwan CH, melakukan siaran langsung melalui TikTok untuk menggalang dana sebagai bentuk sindiran terhadap proposal permohonan bantuan dana yang diajukan Persatuan Kepala Desa (PERKASA) Kabupaten Pamekasan kepada sejumlah pengusaha.

Dalam siaran langsung tersebut, Iwan berhasil mengumpulkan donasi dari para penonton sebesar Rp350 ribu. Aksi itu dilakukan sebagai respons terhadap beredarnya proposal kegiatan santunan anak yatim piatu dan pembagian takjil yang diajukan oleh PERKASA Pamekasan.

Iwan menyebut, aksi penggalangan dana melalui live TikTok itu sengaja dilakukan untuk menunjukkan bahwa kegiatan sosial sebenarnya dapat dilakukan secara sederhana tanpa harus mengajukan proposal kepada pihak lain.

“Saya tadi live di TikTok dan terkumpul sekitar Rp350 ribu dari masyarakat yang ikut menonton. Ini sebenarnya bentuk sindiran saja,” ujar Iwan CH.

Menurutnya, sebagai organisasi yang beranggotakan para kepala desa, PERKASA seharusnya mampu menggalang dukungan secara mandiri untuk kegiatan sosial, apalagi jika nominal anggaran yang dibutuhkan tidak terlalu besar.

ADVERTISEMENT

“Kalau melihat dari proposal yang beredar itu kan diajukan ke pengusaha. Ini organisasi Persatuan Kepala Desa, menurut saya mestinya tidak perlu sampai membuat proposal seperti itu,” katanya.

Ia juga menyoroti dalam proposal tersebut tercantum kegiatan bertajuk PERKASA Bersama Forkopimda Berbagi Santunan Anak Yatim Piatu dan Bagi Takjil yang direncanakan digelar pada 16 Maret 2026 di kawasan Arek Lancor Pamekasan dengan estimasi anggaran sekitar Rp75 juta.

Iwan berharap polemik tersebut bisa menjadi bahan refleksi bagi semua pihak agar kegiatan sosial dapat dilakukan dengan cara yang lebih sederhana namun tetap memberi manfaat bagi masyarakat.

Iwan berharap polemik tersebut bisa menjadi bahan refleksi bagi semua pihak agar kegiatan sosial dapat dilakukan dengan cara yang lebih sederhana namun tetap memberi manfaat bagi masyarakat.