MADURA SATU | Pamekasan - Ribuan warga yang tergabung dalam Forum Petani Tembakau dan Buruh Pabrik Lokal Madura (FPBM) menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Kantor Bupati Pamekasan, Selasa (10/2/2026).

Aksi damai tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi petani tembakau dan buruh pabrik rokok lokal terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai belum berpihak kepada industri kecil, serta aktivitas sejumlah oknum lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang dianggap meresahkan.

Para demonstran diterima langsung oleh Bupati Pamekasan, Wakil Bupati, Kapolres Pamekasan, serta perwakilan dari Bea Cukai Madura.

Dalam orasinya, salah satu juru bicara aksi, Imam Turmudzi menegaskan bahwa FPBM hadir sebagai representasi petani tembakau, buruh pabrik, serta pelaku ekonomi rakyat Madura.

“Kami meminta kepada pemerintah, terutama Polres Pamekasan, untuk menertibkan oknum LSM yang tidak memiliki payung hukum jelas dan sering meresahkan masyarakat,” teriak Imam di hadapan massa.

ADVERTISEMENT

Selain persoalan LSM, massa aksi juga menyoroti tingginya tarif cukai hasil tembakau (CHT) yang dinilai semakin memberatkan pabrikan rokok skala kecil.

“Beban biaya yang terus melonjak membuat pabrikan kecil kesulitan bersaing. Kenaikan tarif cukai yang signifikan ini seperti lonceng kematian bagi industri hasil tembakau lokal Madura,” tegasnya.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto menyatakan pihaknya siap menindak tegas oknum LSM yang terbukti meresahkan masyarakat.