Syarifurrahman menjelaskan, proses pencarian membutuhkan ketelitian ekstra, terutama saat dilakukan malam hari. Alat penyaring pasir yang digunakan dibuat secara manual dengan prinsip memisahkan pasir dan material berat.

“Harus pelan dan sabar. Air dibuang sedikit demi sedikit supaya emasnya tidak ikut hanyut. Kalau tergesa-gesa, justru bisa hilang,” jelasnya.

Warga lain, Rian Hidayat, mengaku aktivitas mencari serpihan emas tersebut cukup membantu memenuhi kebutuhan keluarga, meski hasilnya sangat bergantung pada kondisi alam.

“Pekerjaan ini tidak pasti. Kadang dapat, kadang kosong sama sekali. Tapi lumayan untuk tambahan penghasilan,” kata Rian.

“Pekerjaan ini tidak pasti. Kadang dapat, kadang kosong sama sekali. Tapi lumayan untuk tambahan penghasilan,” kata Rian.

ADVERTISEMENT