PAMEKASAN - Pemerintah Kabupaten Pamekasan mulai menggulirkan kembali rencana pembentukan kampung antinarkoba sebagai strategi memperkuat benteng pencegahan penyalahgunaan narkotika di tingkat akar rumput.

Program ini diarahkan untuk melibatkan masyarakat secara langsung dalam pengawasan lingkungan.

Bupati Pamekasan Kholilurrahman menyampaikan, saat ini pemkab masih melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi dijadikan lokasi kampung antinarkoba.

Langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat kerawanan serta riwayat kasus narkoba di masing-masing daerah.

Menurutnya, gagasan kampung antinarkoba bukanlah konsep baru. Pemerintah daerah hanya menghidupkan kembali program serupa yang pernah dijalankan sebelumnya dan dinilai memberi dampak positif dalam menekan peredaran narkotika.

ADVERTISEMENT

“Program ini pernah kami jalankan dan hasilnya cukup baik. Karena itu, kami akan mengaktifkannya kembali dengan penguatan di beberapa sisi,” ujar Kholilurrahman, Senin (12/1/2026).

Ia juga mengakui, selama ini koordinasi antara pemkab, kepolisian, dan aparat penegak hukum masih bersifat komunikasi dan evaluasi umum. Ke depan, pengawasan akan lebih diperketat, khususnya di wilayah yang masuk kategori rawan.

“Kami sedang menginventarisasi daerah-daerah yang perlu mendapat perhatian khusus. Pengawasan tidak boleh longgar,” tegasnya.