PAMEKASAN - Di tengah sorotan publik terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pamekasan, peran Koordinator Wilayah (Korwil) semestinya menjadi garda terdepan dalam memberikan penjelasan dan memastikan keterbukaan informasi.

Namun, Korwil MBG Pamekasan, Hariyanto, justru dinilai paling sulit dikonfirmasi oleh wartawan saat dimintai klarifikasi terkait berbagai persoalan yang mencuat di lapangan.

Sejumlah jurnalis mengaku telah berulang kali mencoba menghubungi Hariyanto, baik melalui sambungan telepon maupun pesan singkat. Sayangnya, upaya konfirmasi tersebut kerap tidak mendapatkan respons.

Kondisi ini memicu tanda tanya publik, mengingat posisi Korwil MBG merupakan jabatan strategis yang digaji oleh negara serta memiliki tanggung jawab penting dalam koordinasi dan pengawasan pelaksanaan program di daerah.

Padahal, transparansi dan keterbukaan informasi publik menjadi prinsip utama dalam setiap program pemerintah, terlebih MBG menyangkut penggunaan anggaran negara dan kepentingan langsung masyarakat, khususnya peserta didik sebagai penerima manfaat.

ADVERTISEMENT

“Ketika muncul persoalan di lapangan, publik tentu membutuhkan penjelasan resmi dari pihak yang berwenang. Korwil seharusnya hadir memberikan klarifikasi, bukan justru menghindar,” ujar salah satu jurnalis lokal di Pamekasan, Sabtu (13/12/2025).

Sulitnya konfirmasi tersebut dinilai berpotensi memperkeruh situasi, terlebih saat pelaksanaan MBG di Pamekasan tengah menjadi sorotan akibat sejumlah temuan dan keluhan masyarakat.

Tanpa penjelasan resmi, informasi yang beredar dikhawatirkan simpang siur dan memicu spekulasi publik.

Sebelumnya, pelaksanaan MBG di sejumlah sekolah di Desa Kertagena Laok, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, menuai kecaman setelah ditemukan menu ayam berulat yang dibagikan kepada siswa.

Selain itu, penyedia MBG, Yayasan SPPG Nurul Haromain, juga disorot karena tetap beroperasi meski disebut belum memiliki tenaga ahli gizi.

ADVERTISEMENT

Hingga berita ini diterbitkan, Hariyanto belum memberikan tanggapan meskipun upaya konfirmasi terus dilakukan. Redaksi masih membuka ruang hak jawab guna memastikan pemberitaan tetap berimbang dan sesuai dengan kaidah jurnalistik.

Sebagai informasi, hingga saat ini belum terdapat standar baku nasional terkait besaran gaji Koordinator Wilayah MBG.

Namun, berdasarkan sejumlah sumber, penghasilan Korwil MBG diperkirakan berada di kisaran Rp5 juta hingga Rp8 juta per bulan, sebanding dengan posisi koordinator atau manajerial program.

Sementara itu, gaji tenaga operasional dapur MBG umumnya berada di kisaran Rp2 juta per bulan, dengan besaran yang dapat berbeda tergantung tanggung jawab dan lokasi.

Sementara itu, gaji tenaga operasional dapur MBG umumnya berada di kisaran Rp2 juta per bulan, dengan besaran yang dapat berbeda tergantung tanggung jawab dan lokasi.

ADVERTISEMENT