PAMEKASAN - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pamekasan merilis data terbaru tingkat kemiskinan per Maret 2025.

Hasilnya menunjukkan tren positif pada penurunan jumlah dan persentase penduduk miskin. Namun di saat yang sama, indikator kedalaman dan keparahan kemiskinan justru meningkat.

Kepala BPS Pamekasan, Parsad Barkah Pamungkas, menyampaikan bahwa persentase penduduk miskin kini berada di angka 12,77 persen, turun 0,64 persen poin dari Maret 2024 yang mencapai 13,41 persen.

Secara jumlah, penduduk miskin berkurang dari 123,46 ribu jiwa menjadi 118,52 ribu jiwa.

“Penurunan ini menandakan adanya perbaikan kesejahteraan masyarakat, terutama dari sisi kemampuan memenuhi kebutuhan dasar,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, Parsad menegaskan bahwa kondisi kemiskinan di Pamekasan tetap memerlukan perhatian serius.

Hal itu terlihat dari meningkatnya Garis Kemiskinan, baik dari sisi pengeluaran maupun daya beli. Per Maret 2025, garis kemiskinan tercatat sebesar Rp 482.278 per kapita per bulan, naik 3,16 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Kenaikan garis kemiskinan menunjukkan bahwa biaya untuk memenuhi kebutuhan minimum masyarakat juga meningkat. Ini perlu menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan sosial ekonomi,” tambahnya.