MADURA SATU - Madura kian mengkhawatirkan. Kali ini, beredar merek baru bernama ST16MA dengan lima varian Blueberry, Mango Boost, Premium, Bold, dan Absolute yang diduga kuat diproduksi tanpa pita cukai resmi.

Dari hasil penelusuran di lapangan, produk tersebut diduga terafiliasi dengan seorang pengusaha ternama di Pamekasan berinisial HS, yang dikenal memiliki jaringan luas dalam bisnis tembakau.

“Itu milik pengusaha besar di Pamekasan,” ujar Ahmadi, warga setempat yang geram dengan maraknya peredaran rokok ilegal di daerahnya.

Rokok ST16MA tampil dengan desain kemasan modern dan mewah, seolah produk resmi yang membayar pajak.

Namun faktanya, seluruh variannya diduga tidak memiliki pita cukai, dan dijual bebas dengan harga sekitar Rp10 ribu per bungkus.

ADVERTISEMENT

Lebih mengkhawatirkan, produk ini tak hanya beredar di Pamekasan, tetapi juga sudah menjangkau wilayah Sampang hingga Sumenep.

Kondisi ini mengindikasikan adanya jaringan produksi dan distribusi yang rapi serta berjalan tanpa hambatan.

“Kalau sudah ada lima varian dengan kemasan modern, ini bukan skala kecil. Pertanyaannya, apakah Bea Cukai Madura sudah bertindak atau masih menutup mata?” sindir Roni, seorang aktivis lokal.