“Untuk sampai saat ini, yang terealisasi baru di satu kegiatan, yaitu Pemuda Pelopor dengan nilai Rp6.645.000. Yang lain belum terealisasi untuk tiga kegiatannya,” ujar Fani.

Ia mengatakan, keterbatasan waktu menjadi salah satu kendala dalam merealisasikan anggaran tersebut. Pasalnya, saat ini pelaksanaan program telah memasuki triwulan IV, sehingga waktu yang tersedia untuk menuntaskan kegiatan semakin terbatas.

Menurut Fani, kondisi tersebut berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, ketika sejumlah kegiatan biasanya sudah mulai berjalan sejak triwulan II. Karena itu, pihaknya berupaya mengoptimalkan waktu yang tersisa agar kegiatan yang masih memungkinkan dapat direalisasikan.

“Mengingat waktu juga, sudah triwulan IV dan sudah mepet, kami mengusahakan mana yang bisa terealisasi. Tapi nanti tetap dibayarkan,” katanya.

Fani menambahkan, apabila anggaran tersebut tidak dapat direalisasikan hingga akhir tahun, dana yang tersisa akan dikembalikan ke kas daerah sesuai mekanisme pengelolaan keuangan yang berlaku. Dengan demikian, anggaran yang tidak terserap tidak serta-merta dialihkan untuk kebutuhan lain.

ADVERTISEMENT

“Tapi jika pun nanti tidak terealisasi, uangnya kembali lagi ke Kasda, tidak bisa diserap juga,” tegasnya.(*)