"Ekonomi Islam mengajarkan keseimbangan antara kepentingan material dan spiritual. Aktivitas ekonomi harus memberikan manfaat yang luas dan menjadi bagian dari ibadah kepada Allah SWT," ungkapnya.

Lebih lanjut, Prof. Achmad Muhlis menegaskan bahwa penguatan ekonomi pesantren merupakan langkah strategis untuk menjaga kemandirian lembaga pendidikan Islam.

Dengan fondasi ekonomi yang kuat, pesantren akan lebih leluasa menjalankan fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

"Kemandirian ekonomi menjadi benteng bagi pesantren agar tetap mampu menjalankan perannya tanpa kehilangan independensi. Ini adalah investasi jangka panjang bagi kemajuan umat," tuturnya.

Ia menjelaskan, pesantren yang mampu mengembangkan unit usaha produktif dan mengelola potensi lokal akan memberikan dampak ekonomi yang besar, mulai dari membuka lapangan kerja hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

ADVERTISEMENT

Menurut Dirut IBS PKMKK Pamekasan itu, pembangunan ekonomi pesantren juga harus diiringi dengan pembentukan karakter.

Nilai amanah, kerja keras, kejujuran, tanggung jawab, dan semangat gotong royong menjadi modal utama dalam menciptakan generasi wirausaha yang berintegritas.

"Ketika masyarakat mampu mengelola sumber dayanya sendiri, akan tumbuh rasa percaya diri dan optimisme bahwa perubahan dapat diwujudkan melalui kerja keras dan kebersamaan," katanya.