Pantauan di lokasi, massa aksi lalu meminta Bupati Pamekasan untuk duduk di sofa rusak yang dibawa para demonstran.

“Duduk biar tahu sofa rusak ini, ini bentuk protes rakyat karena anda sebagai Bupati malah belanja kursi sofa ratusan juta, itu tidak sesuai dengan kata efisiensi yang selalu digembar gemborkan,” teriak Abdus Marhen.

ADVERTISEMENT

Suasana aksi nyaris berlangsung ricuh pada saat massa menerobos masuk. Beberapa aparat kepolisian terlihat berjaga untuk mengamankan jalannya demonstrasi.

Sementara, koordinator aksi lainnya, Zaini Wer-Wer menegaskan bahwa PR Bupati Pamekasan tidak hanya persoalan tersebut, gudang raksasa di Pamekasan tidak melakukan pembelian tembakau hingga saat ini.