MADURA SATU | SUMENEP - Kegiatan penambangan galian C di Dusun Tenggina, Desa Sentol Laok, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali disorot warga.

Aktivitas pengambilan tanah yang disebut telah berjalan sejak 2018 itu masih terus berlangsung. Terbaru, pengerukan dilakukan memakai alat berat jenis excavator.

Lokasi tambang disebut sangat berdekatan dengan area permukiman. Sejumlah rumah warga hanya berjarak sekitar 20 hingga 25 meter dari tebing galian.

Kondisi ini memicu rasa cemas, terutama saat hujan mengguyur atau ketika alat berat mulai beroperasi.

“Sudah beberapa kali kami memohon agar penggalian dihentikan, termasuk kepada kepala desa. Tapi sampai sekarang tetap berjalan. Sekarang malah sudah pakai excavator,” ungkap seorang warga setempat yang meminta namanya enggan disebutkan, Senin (4/5).

ADVERTISEMENT

Warga mengaku dampak yang dirasakan bukan hanya debu, kebisingan, maupun lalu-lalang kendaraan pengangkut material. Mereka mulai khawatir terjadi pergeseran tanah yang dapat mengancam bangunan rumah.

“Setiap hari kami dihantui rasa takut. Jarak rumah dengan galian sangat dekat. Kalau tanahnya terus dikeruk, bukan tidak mungkin pondasi rumah retak atau ambles. Kalau sampai longsor, kami yang pertama kena,” tuturnya.

Kekhawatiran tersebut diperkuat dengan kondisi jalan desa yang sempat ambrol dan belum diperbaiki sampai sekarang. Warga menduga kerusakan itu tidak lepas dari aktivitas tambang di sekitar lokasi.