SUMENEP - Kondisi Museum Keraton Sumenep kembali menjadi perhatian publik. Bangunan bersejarah yang selama ini dikenal sebagai simbol kejayaan kerajaan Sumenep tersebut dinilai kurang mendapatkan perawatan yang layak.

Mengutip laporan TribunMadura.com, hasil pantauan di lokasi pada Kamis (15/1/2026) menunjukkan sejumlah bagian museum mengalami penurunan kondisi. Di area Pendapa Agung, lantai tampak retak dan sebagian materialnya mengelupas.

Selain itu, dinding bangunan terlihat kusam, kursi keraton memudar, kaca etalase dipenuhi debu, serta pagar keraton ditumbuhi lumut dengan cat yang mulai terkelupas.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran akan terabaikannya salah satu aset budaya dan sejarah penting di Kabupaten Sumenep, yang selama ini memiliki nilai historis dan spiritual bagi masyarakat.

Salah seorang pengunjung asal Kecamatan Manding, Ahmad, menyayangkan keadaan museum yang menurutnya tidak mencerminkan perhatian serius dari pemerintah daerah.

ADVERTISEMENT

“Kalau terus dibiarkan seperti ini, kesannya tidak ada perawatan. Padahal Museum Keraton ini memiliki nilai sakral dan sejarah yang sangat tinggi bagi masyarakat Sumenep,” ungkapnya, sebagaimana dikutip dari TribunMadura.com.

Ia menegaskan, kerusakan dan minimnya kebersihan fasilitas bukan sekadar persoalan fisik bangunan, melainkan menyangkut penghormatan terhadap peninggalan para raja dan sultan Sumenep.

“Ini bukan bangunan biasa, tapi warisan sejarah. Jika tidak dijaga, sama saja kita mengabaikan perjuangan masa lalu,” ujarnya.