SUMENEP – Dugaan penipuan digital kembali meresahkan warga. Kali ini, sejumlah masyarakat di Kabupaten Sumenep mengaku menjadi korban siaran langsung (live) TikTok yang mencatut nama Bawang Mas Grup, perusahaan milik pengusaha Madura H. Khoirul Umam atau H. Her.

Dalam siaran tersebut, akun pelaku menjanjikan pengembalian uang dengan nominal fantastis kepada penonton yang memberikan saweran. Namun hingga live berakhir, uang yang dijanjikan tak kunjung diterima para korban.

Salah satu korban, Nor Holis, warga Desa Karay, Kecamatan Ganding, Sumenep, menceritakan bahwa dalam live itu pelaku menyebutkan saweran jenis “topi” akan diganti senilai Rp1 juta, sementara “donat” diklaim bernilai Rp500 ribu. Semakin besar saweran, disebutkan semakin besar pula balasan yang akan diterima.

“Di layar tampil foto H. Her, suaranya juga meyakinkan, tapi tidak ada wajah yang tampil langsung. Saya tergiur karena katanya saweran bisa dilipatgandakan,” ujar Nor Holis.

Ia mengaku telah mengirim hingga sepuluh kali saweran dengan harapan mendapatkan balasan lebih besar.

ADVERTISEMENT

Apalagi saat itu ia sedang membutuhkan uang untuk kebutuhan rumah tangga. Namun harapan tersebut pupus setelah saldo TikTok miliknya tak mengalami perubahan.

“Sempat muncul notifikasi seperti ada pemasukan, tapi setelah dicek, saldo tetap nol. Tidak masuk apa-apa,” ungkapnya.

Nor Holis menambahkan, dirinya bukan satu-satunya korban. Berdasarkan komunikasi yang ia lakukan, setidaknya ada enam orang dari wilayah berbeda yang mengalami kejadian serupa.