MADURA SATU | SAMPANG - Kondisi Muslimah, perempuan tunanetra yang hidup sebatang kara di Dusun Kebun, Desa Baturasang, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menjadi sorotan terkait pentingnya peran pemerintah desa dalam pengusulan bantuan sosial bagi warga rentan.

Muslimah diketahui tidak pernah menikah dan kini hidup sendiri setelah kedua orang tuanya meninggal dunia.

Dengan keterbatasan penglihatan, ia menjalani hari-hari tanpa pendamping tetap dan belum tercatat sebagai penerima bantuan sosial.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Sampang, Moh. Anwari Abdullah, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima informasi tersebut dan langsung berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil).

“Sudah kami koordinasikan dengan Dispendukcapil. Tinggal nunggu dari Dispenduk, ya,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Dalam penelusuran awal, ditemukan bahwa Muslimah belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), yang menjadi syarat utama dalam proses pengajuan bantuan sosial.

“Sudah, Mas. Kami dapat datanya semuanya. Ternyata yang bersangkutan tidak punya KTP,” katanya.

Di sisi lain, Anwari secara tegas menyoroti peran pemerintah desa yang dinilai belum maksimal dalam mengusulkan warganya yang membutuhkan bantuan.