SAMPANG - Video dugaan penolakan pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Bio Solar di SPBU 54.692.01 Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, yang sebelumnya viral di media sosial, akhirnya mendapat respons resmi dari Pertamina Patra Niaga.

Dalam video yang beredar luas, perekam mengaku tidak dilayani dengan alasan stok Bio Solar kosong. Namun pada saat bersamaan, terlihat petugas SPBU justru melayani pengisian Bio Solar ke sejumlah jeriken di area SPBU.

Situasi tersebut memicu adu mulut antara konsumen dan operator, serta memantik kemarahan warganet yang menilai adanya ketidakadilan dalam distribusi BBM bersubsidi.

Peristiwa itu menimbulkan kecurigaan publik, khususnya dari kalangan pengguna kendaraan umum dan nelayan yang bergantung pada Bio Solar subsidi. Warganet pun mendesak agar Pertamina dan pihak berwenang segera turun tangan melakukan pemeriksaan.

Menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut, Pertamina Patra Niaga resmi menjatuhkan sanksi berupa teguran kepada SPBU 54.692.01 Ketapang.

ADVERTISEMENT

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, membenarkan adanya kelalaian prosedur yang dilakukan oleh operator SPBU.

“Stok Bio Solar memang sempat kosong karena menunggu pengiriman dan baru tersedia sekitar pukul 17.00 WIB. Namun operator lalai tidak segera mencabut plang informasi ‘Bio Solar Habis’. Hal ini memicu asumsi negatif konsumen karena di saat bersamaan terjadi pengisian ke jeriken,” ujar Ahad dalam keterangan resminya, Kamis (15/1/2026).

Atas kejadian tersebut, Pertamina Patra Niaga telah melayangkan surat peringatan kepada manajemen SPBU. Selain itu, pengelola SPBU juga menjatuhkan sanksi internal kepada operator yang bertugas sesuai ketentuan yang berlaku.