PAMEKASAN - Polemik terkait penyebutan bangunan ibadah di lingkungan MTsN 3 Pamekasan akhirnya menemukan titik terang.

Kepala Madrasah Agus Budi Hariyanto dan Pengasuh Pondok Pesantren Sumber Bungur RK. Abdullah Achmad Madani menegaskan bahwa bangunan tersebut secara resmi bernama Musala Al-Madani, bukan masjid, sebagaimana sempat ramai diperbincangkan beberapa hari terakhir.

Keduanya memastikan bahwa kesepakatan tersebut sudah dibuat jauh sebelum polemik mencuat ke publik.

Kepala MTsN 3 Pamekasan, Agus Budi Hariyanto, memberikan klarifikasi resmi atas munculnya polemik tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak pernah ada niat dari pihak madrasah untuk menyesatkan informasi terkait bangunan ibadah ataupun meminta sumbangan dengan tekanan.

“Terima kasih telah melakukan klarifikasi kepada kami. Ini bentuk komitmen kita menjalin kerja sama dalam memberikan edukasi,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Agus menjelaskan bahwa undangan yang beredar murni undangan pengambilan rapor, bukan permintaan sumbangan. Sebagaimana rutinitas setiap semester, pihak madrasah selalu menyampaikan informasi program dan agenda berikutnya kepada wali murid.

“Yang tertulis ‘sumbangan’ itu berasal dari panitia pembangunan yang menitip melalui wali kelas berupa amplop infak/shadaqah. Itu bersifat seikhlasnya, tanpa tekanan atau paksaan,” tambahnya.

Ia juga mengakui bahwa memang sempat terjadi perbedaan penyebutan bangunan antara “masjid” dan “musala”.