MADURA SATU | BANGKALAN – Kabar duka datang dari seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, yang meninggal dunia saat bekerja di Malaysia.

PMI bernama Hanafi (52), warga Desa Banjar, Kecamatan Galis, Bangkalan, dilaporkan meninggal dunia pada Minggu, 13 September 2026. Ia disebut meninggal setelah mengalami serangan jantung secara mendadak.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bangkalan, Jemmi Tria Sukmana, membenarkan informasi tersebut. Kabar kematian Hanafi diterima pihaknya melalui informasi resmi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur.

“KBRI menginformasikan kepada kami bahwa ada Pekerja Migran Indonesia asal Bangkalan yang meninggal dunia pada hari Minggu kemarin,” kata Jemmi, Selasa, 15 September 2026.

Berdasarkan informasi yang diterima Disperinaker Bangkalan, Hanafi ditemukan telah meninggal dunia di area asrama perumahan buruh tempatnya bekerja di Malaysia.

ADVERTISEMENT

Dari keterangan otoritas setempat, kematian Hanafi diduga disebabkan serangan jantung. Tidak disebutkan adanya peristiwa lain yang berkaitan dengan kematian PMI tersebut.

“Informasi yang kami dapat, yang bersangkutan meninggal akibat serangan jantung,” ujar Jemmi.

Kepastian mengenai kematian Hanafi juga diperkuat dengan adanya Surat Pencatatan Kematian Nomor 01597/SBPM-KL/0926/04 yang diterbitkan KBRI di Kuala Lumpur, Malaysia.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Disperinaker Bangkalan bersama instansi terkait kemudian membantu proses pemulangan jenazah Hanafi dari Malaysia ke Indonesia.

Jenazah almarhum dipulangkan menggunakan pesawat dan selanjutnya diantar hingga ke rumah duka di Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

ADVERTISEMENT

Hanafi diketahui telah sekitar 10 tahun merantau di Malaysia. Meski bekerja di luar negeri, status keberangkatannya disebut sebagai PMI non-prosedural atau tidak melalui mekanisme penempatan resmi.

Pihak keluarga, menurut Jemmi, telah menerima kabar tersebut dengan ikhlas dan tidak mempermasalahkan penyebab kematian Hanafi.

“Keluarga mengaku ikhlas dan tidak mempersoalkan kematian Hanafi yang sudah 10 tahun merantau ke Malaysia,” pungkasnya. (*)