MADURA SATU | SUMENEP - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan intensif di Kabupaten Sumenep, Madura, dalam pengembangan kasus dugaan korupsi dana hibah kelompok masyarakat (Pokmas) Jawa Timur.

Pemeriksaan yang berlangsung selama dua hari itu menyita perhatian publik lantaran sejumlah nama yang disebut dekat dengan politisi Jawa Timur turut dimintai keterangan.

Agenda pemeriksaan dilakukan di Aula Mapolres Sumenep sejak Selasa, 19 Mei 2026 hingga Rabu, 20 Mei 2026. Sejak pagi, beberapa penyidik KPK terlihat keluar masuk lokasi dengan pengawalan ketat, sementara para saksi menjalani pemeriksaan secara bergantian.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sedikitnya belasan orang diperiksa dalam perkara tersebut. Mereka terdiri dari ketua kelompok masyarakat penerima dana hibah, aparatur sipil negara (ASN), pihak swasta, hingga tenaga pendidik.

Pada hari pertama, sekitar 15 orang saksi dimintai keterangan oleh penyidik. Sementara pada hari kedua, pemeriksaan kembali berlanjut terhadap empat hingga lima orang tambahan yang diduga mengetahui alur pencairan dan penggunaan dana hibah Pokmas.

ADVERTISEMENT

Kasus ini semakin menjadi perhatian setelah muncul informasi bahwa beberapa saksi yang dipanggil disebut memiliki hubungan dekat dengan seorang anggota DPRD Jawa Timur berinisial I.

Namun hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari KPK mengenai keterkaitan pihak tersebut dalam perkara yang sedang diusut.

“Beberapa nama memang dikenal dekat dengan tokoh politik di Jawa Timur. Tapi sejauh ini semua masih sebatas saksi untuk kepentingan penyidikan,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan identitasnya.