Sumber lain di sekitar lokasi pemeriksaan menyebutkan bahwa penyidik KPK melakukan pendalaman terhadap aliran dana hibah yang diduga mengalir melalui sejumlah kelompok masyarakat di beberapa wilayah di Madura.

“Pemeriksaan berlangsung cukup lama karena penyidik mendalami banyak dokumen dan aliran anggaran hibah. Ada beberapa pihak yang dimintai klarifikasi lebih detail,” katanya.

Tak hanya itu, sumber internal yang diperoleh juga menyebutkan bahwa dalam perkara dugaan korupsi dana hibah tersebut, penyidik diduga telah menetapkan satu orang sebagai tersangka.

Meski demikian, identitas tersangka masih dirahasiakan karena proses penyidikan disebut masih terus berkembang.

“Informasinya memang sudah ada tersangka. Tapi sampai sekarang belum diumumkan secara resmi oleh KPK,” ungkap sumber lainnya.

ADVERTISEMENT

Salah satu saksi yang terlihat memenuhi panggilan KPK ialah pengusaha lokal berinisial NH. Ia diketahui memiliki sejumlah dapur pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep.

Kehadiran NH di lokasi pemeriksaan sempat menarik perhatian warga dan awak media yang sejak pagi memantau aktivitas penyidik KPK di lingkungan Mapolres Sumenep.

Pelaksana Tugas Kepala Seksi Humas Polres Sumenep, Kompol Widiarti S, membenarkan adanya kegiatan pemeriksaan yang dilakukan KPK di wilayah hukumnya.